Jangan terlalu sibuk mengurus dunia hingga lupa bahwa hidup punya batas waktu. Hidup harus seimbang, menabunglah sekarang demi akhiratmu.
Home » » Tujuan Diceritakannya Kisah-kisah Nabi Dalam Al-Quran

Tujuan Diceritakannya Kisah-kisah Nabi Dalam Al-Quran

 Bismillahirrahma nirrahim.....
 
Tujuan diceritakannya kisah-kisah nabi dalam Al-Quran  adalah tulisan yang menarik yang patut kita ketahui, sebagai bekal pengetahuan kita. Tulisan ini saya ambil dari al-shia.org  , tempat mengkaji ilmu-ilmu keislaman.

Secara mendasar, kisah-kisah al-Quran sangat berbeda dengan kisah-kisah lainnya dari berbagai segi dan sisi. Akan tetapi, dapat dikatakan bahwa titik pembeda paling urgen antara kedua jenis kisah itu adalah tujuan yang hendak digapainya. Pada hakikatnya, tujuan itulah yang menjadi pembeda utama antara kedua jenis kisah itu. Setiap orang yang ingin menceritakan atau menulis sebuah cerita, ia pasti memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapainya.

Sebagian orang sangat meminati seni cerita karena unsur seninya belaka. Dengan kata lain, ia menekuni bidang seni ini supaya bakat seninya bertambah maju dan berkembang pesat. Sebagian yang lain menekuni bidang seni ini dengan tujuan hanya ingin mengisi kekosongan waktunya. Dan kelompok ketiga menelusuri kehidupan seni hanya ingin mengetahui dan menukil biografi dan sejarah generasi yang telah lalu.

Ringkasnya, setiap orang menekuni seni cerita ini atas dasar faktor dan dorongan tertentu, serta ingin menggapai tujuan yang diinginkannya. Hal itu dikarenakan seni cerita memiliki daya tarik khusus yang tidak dimiliki oleh seni-seni lainnya. Al-Quran pun tidak luput dari kaidah di atas. Ia pun memiliki tujuan tertentu dalam kisah-kisah yang dipaparkannya. Yang pasti, tujuannya di balik pemaparan kisah-kisah itu tidak terlepas dari tujuan universalnya. Yaitu, hidayah dan memberikan petunjuk kepada umat manusia, mendidik mereka secara benar dalam setiap sisi kehidupan, mengadakan reformasi sosial secara mendasar, dan—akhirnya—menciptakan individu dan masyarakat yang saleh, berkepribadian Ilahi, dan beriman.

Tujuan Kisah-kisah Al-Quran


Jika kita menelaah kisah-kisah al-Quran dengan seksama, kita akan memahami bahwa dengan perantara kisah-kisah itu Allah ingin menyampaikan poin-poin penting yang dikemas dalam bentuk cerita dan kisah. Di antara tujuan-tujuan itu adalah sebagai berikut ini: 

1. Membuktikan kewahyuan al-Quran dan kebenaran missi Nabi SAWW; semua yang diembannya adalah wahyu yang turun dari Allah demi membimbing umat manusia ke jalan yang lurus. Dengan memperhatikan kecermatan dan kejujuran al-Quran dalam menukil kisah-kisah itu, kewahyuannya akan dapat dibuktikan. Al-Quran sendiri telah mengisyaratkan hal ini ketika ia menukil kisah-kisah para nabi, baik di permulaan maupun di akhir kisah. 

2. Membuktikan kesatuan agama dan akidah seluruh nabi as. Karena mereka semua datang dari Allah, pondasi dakwah mereka adalah satu dan mereka mengajak umat manusia kepada satu tujuan. Dengan mengingatkan kembali tujuan yang satu ini, di samping ingin menegaskan kesatuan akar dakwah seluruh agama dan umat manusia, alQuran juga ingin menekankan bahwa pondasi dakwah para nabi as tidak berbeda antara satu dengan lainnya. 

3. Menjelaskan kesatuan metode dan sarana para nabi as dalam berdakwah, kesatuan sikap mereka dalam menghadapi masyarakat, bagaimana sikap masyarakat dalam menanggapi ajakan mereka, dan kesamaan adat-istiadat yang berlaku di dalam masyarakat ketika mereka mulai berdakwah.
 
4. Menceritakan pertolongan-pertolongan Ilahi terhadap para nabi as dan menekankan realita bahwa peperangan ideologi itu pasti berakhir dengan kemenangan di pihak para penolong Allah. Dengan demikian, para nabi as akan semakin tegar dalam menjalankan missi mereka, dan para pengikut mereka akan lebih bersemangat untuk mengemban missi tersebut. 

5. Membenarkan kabar-kabar gembira dan peringatan-peringatan Ilahi secara nyata dengan memberikan contoh-contoh nyata tentang hal itu. Semua itu adalah suatu implementasi dari rahmat Ilahi bagi orang-orang yang taat dan azab Ilahi bagi para pembangkang. 

6. Menjelaskan rahmat dan nikmat Ilahi yang telah dicurahkan atas para nabi as sebagai hasil kedekatan hubungan mereka dengan Allah. Sebagai contoh, hal ini dapat kita temukan dalam kisah Nabi Sulaiman, Daud, Ibrahim, Isa, Zakaria, dan lain-lain. g. Mengemukakan permusuhan kuno setan terhadap umat manusia di mana ia selalu menanti kesempatan untuk menyesatkannya. Kisah Nabi Adam as adalah sebuah contoh riil untuk hal ini.

Faktor Pengulangan Kisah-kisah Al-Quran

Salah satu pembahasan penting yang mungkin sering kita pertanyakan setiap kali kita menelaah kisah-kisah al-Quran adalah mengapa sebagian kisah al-Quran diulangi dalam surah yang lain? Untuk menjawab pertanyaan itu, perlu kita perhatikan dua poin berikut ini: 

1. Tujuan yang berbeda menuntut pengulangan kisah. Setiap kisah yang disebutkan dalam sebuah surah al-Quran tentunya demi menggapai sebuah tujuan tertentu. Karena terdapat tujuan lain yang berbeda dengan tujuan tersebut, hal itu menuntut supaya kisah itu diulangi lagi di surah lain demi menggapai tujuan yang lain pula. Oleh karena itu, jika satu tujuan telah menjadi faktor untuk sebuah kisah supaya disebutkan pada sebuah surah, faktor lain yang berbeda dapat menjadi faktor tersendiri untuk kisah itu supaya disebutkan lagi di surah yang lain. 

b. Karena dakwah Islam melalui periode yang berjenjang dan berbeda-beda, dan al-Quran juga turun sesuai dengan tuntutan setiap periode dakwah itu, secara logis kisah yang terdapat di dalamnya sesuai dengan tujuan yang ingin digapai dalam setiap periode dakwah itu akan mengalami pengulangan dalam beberapa surah.

Previous
« Prev Post

Berikan Komentar Anda

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.