Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Followers

Senin, 28 Maret 2011

Pengertian Tasawwuf

A. Pengertian Tasawuf

Tasawuf sebagai salah satu tipe mistisisme, dalam bahasa inggris disebut sufisme. Kata tasawuf mulai diperbicarakan sebagai satu istilah sekitar akhir abad dua hijriah yang dikaitkan dengan salah satu pakean kasar yang disebut shuff atau wool kasar. Kain sejenis itu sangat digemari oleh para zahid sehingga menjadi symbol kesederhanaan pada masa itu. Ada pula pendapat yang mengatakan, bahwa kata tasawuf berasal dari bahasa Yunani, yakni sophos yang berarti hikmah atau keutamaan. Menurut pendapat ini, para sufi itu adalah pencari hikmah atau ilmu kakikat. Pendapat lain memperkirakan kata sufi berasal dari Shafa atau shafwun yang berarti bening, sementara lainnya mengatakan kata sufi berasal dari shaff atau barisan, karma para sufi selalu berada pada barisan terdepan dalam mencari keridoan ilahi.

Dalam setiap fase dan dalam setiap kawasan kultur, kemunculan tasawuf terlihat hanya sebagian dari unsure-unsurnya saja sehingga penampilannya tidak utuh dalam satu ruang dan waktu yang sama. Dari unsure-unsur yang berserak itulah kemudian disistematisir satu disiplin ilmu yang disebut tasawuf. Satu disiplin ilmu yang mengacu pada kehidupan moralitas yang bersumber dari nilai-nilai Islam.
Betapapun sulitnya merumuskan definisi tasawuf, namun upaya kearah itu sudah banyak dilakukan oleh para ahli. Diantara upaya itu, nampaknya apa yang dicoba oleh Ibrahim Basuni adalah yang lebih tepat.

Masih ada jalan lain untuk bias memahami apa itu tsawuf, yaitu melalui pemahaman terhadap karakteristik tasawuf dan mistisisme pada umumnya. Berdasarkan kajian terhadap tasawuf dari berbagai alirannya, ternyata tasawuf memiliki lima cirri khas atau karakteristik; pertama, bahwa tasawuf dari semua alirannya memiliki obsesi kebahagiaan dan kedamaian spiritual yang abadi. Rasa kebebasan diri adalah inti dari kedamaian dan kebahagiaan jiwa. Kedua, terlihat tasawuf itu semacam pengetahuan langsung yang diperoleh melalui tanggapan intuisi. Ketiga, bahwa pada setiap perjalanan sufi berangkat dari dan untuk peningkatan kualitas moral yakni pemurnian jiwa melalui serial latihan yang keras dan berkalanjutan. Keempat, peleburan diri pada kehendak Tuhan melalui fana, baik dalam pengartian simbolis aributis atau pengertian substansial. Artinya, peleburan diri dengan sifat-sifat Tuhan dan atau penyatuan diri dengan-Nya dalam realitas yang tunggal. Kelima, adalah penggunaan kata simbolis dalam pengungkapan pengalaman. Setiap ucapan atau kata yang dipergunakan selalu memuat makna ganda, tetapi yang ia maksudkan biasanya adalah makna apa yang ia rasa dan alam bukan arti harfiahnya, disebut sithohat.

Asal-usul Tasawuf

Asal-usul katanya memiliki beberapa pengertian berbeda dari beberapa ahli shufi:
• Ada yang berpendapat bahwa asal kata tasawuf berasal dari kata “shaff” yaitu barisan diketika shallat karma sufi mempunyai iman yang kuat dan jiwa yang bersih.
• Ada juga yang mangatakan bahwa asal kata tasawuf adalah shaufana, yaitu sebangsa buah kecil yang berbulu dan banyak tumbuh dipadang pasir arabiah.
• Pendapat yang mengatakan bahwa asal katanya ialah shafa yang artinya bersih dan suci, karna sufi bartujuan dalam hidupnya membersihkan batin. Ada shafwah yang artinya pilihan terbaik. Shifah yang artinya sifat dan yang lainnya.

Sumber-sumber Tasawuf

Sumber ilmu tasawwuf adalah Quran dan hadits Nabi saw. Oleh itu ilmu tasawwuf yang mana amalannya bersumber dari kedua kitab ini adalah benar belaka dan begitu juga amalan tasawwuf yg tidak ada bertentangan dengan kedua kitab tersebut juga adalah benar dan baik untuk diamalkan.

Artikel Terkait:

0 komentar

Poskan Komentar