Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Tamu

Followers

Rabu, 13 Juli 2011

Peran Indonesia Dalam Lingkungan Negara-Negara DI Asia Tenggara

Oleh Mahasiswi UIN jakarta Fakultas Tarbiyah jurusan PGMI semester 4

PEMBAHASAN

A.Kerja Sama Negara-negara Asia Tenggara

Negara Indonesia terletak di kawasan Asia Tenggara. Wilayah Asia Tenggara terdiri dari      beberapa negara, antara lain: Singapura, Malaisya, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Laos.Negara-negara di kawasan Asia Tenggara terdiri dari beberapa negara dan tiap-tiap negara mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk memperlancar hubungan antarnegara, negara-negara itu mengadakan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan dengan cara membentuk suatu organisasi yang bernama ASEAN[1].

Terbentuknya ASEAN

Pada tanggal 5-8 Agustus 1967, lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaisya, Filipina, Thailand mengadakan pertemuan atau konferensi di Bangkok. Konferensi tersebut menghasilkan persetujuan yang disebut Persetujuan Bangkok. Kelima negara tersebut mengadakan konferensi karena mereka mengalami nasib yang sama, yaitu pernah dijajah oleh negara lain, kecuali Thailand. Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara lain.

Tujuan konferensi tersebut adalah membentuk organisasi kerja sama antarnegara-negara Asia Tenggara yang tidak bersifat politik dan militer. Organisasi tersebut disebut perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, atau disebut juga Perbara. Dalam Bahasa Inggris, organisasi tersebut dinamakan ASEAN, (Association of South East Asian Nations) Berdirinya ASEAN tersebut pertama-tama ditandatangani oleh lima menteri luar negeri negara-negara peserta pertemuan/konferensi yang berlangsung tanggal 5-8 Agustus 1967.

Kelima menteri luar negeri yang hadir dan menandatangani persetujuan itu adalah:

1.       H.Adam Malik, menteri luar negeri Indonesia

2.       Tun Abdul Razak, perdana menteri Malaisya

3.       Narsisco Ramos, menteri luar negeri Filipina

4.       Thanat Khoman, menteri luar negeri Thailand

5.       S.Rajaratnam, menteri luar negeri Singapura

Sifat keanggotaan ASEAN adalah terbuka bagi semua negara yang ada di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yang belum menjadi anggota ASEAN berusaha menjadi anggota ASEAN. Pada tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam masuk sebagai anggota baru ASEAN yang keenam. Pada tanggal 28 Juli 1995, Vietnam masuk sebagai anggota baru ASEAN yang ketujuh. Pada tanggal 23 Juli 1997, negara Laos dan Myanmar masuk sebagai anggota ASEAN yang kedelapan dan kesembilan. Negara Kamboja masuk menjadi anggota kesepuluh pada tanggal 16 Desember 1998. Dengan demikian, sampai sekarang organisasi ASEAN beranggotakan 10 negara. Kantor sekertariat ASEAN terdapat di Jakarta, Indonesia.

B.Tujuan Berdirinya ASEAN

Tujuan berdirinya ASEAN seperti yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967.

Isi Deklarasi Bangkok itu sebagai berikut[2]:

1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama.

4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi.

5. Bekerjasama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri, memperluas perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, memperbaiki sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta meningkatkan taraf hidup rakyat.

6. Memajukan pengkajian mengenai Asia Tenggara

C. Negara-negara Anggota ASEAN[3]

No

Negara

Ibukota

Masuk ASEAN

Bahasa

Mata Uang

1.

Indonesia

Jakarta

8-8-1967

Indonesia

Rupiah

2.

Kuala Lumpur

Kuala Lumput

8-8-1967

Melayu, Cina, dan Tamil Inggris

Ringgit

3.

Filipina

Manila

8-8-1967

Tagalog dan Inggris

Peso

4.

Singapura

Singapura

8-8-1967

Inggris, Cina, Melayu

Dolar Singapura

5.

Thailand

Bangkok

8-8-1967

Thai, Inggris, Cina, Melayu

Baht

6.

Brunei Darussalam

Bandar Seri Bengawan

7-1-1984

Melayu, Inggris, Cina

Dolar Brunei

7.

Vietnam

Hanoi

28-7-1995

Vietnam, Cina, Perancis

Dong

8.

Myanmar

Rangoon

23-7-1997

Birma, Inggris

Kyat

9.

Laos

Vientiane

23-7-1997

Lao, Perancis, Inggris

New Kip

10.

 

Kamboja

Phnom Penh

16-12-1998

Khmer, Perancis

Riel Kamboja

 

A.Peran Indonesia di Lingkungan Asia Tenggara

ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967. Berdiri ASEAN merupakan kesepakatan lima negara yang masing-masing diwakili oleh menteri luar negri yang pada waktu itu mengadakan pertemuan di Bangkok. Pertemuan para menteri luar negeri dari lima negara tersebut berlangsung tanggal 5-8 Agustus 1967. Sebagai salah satu anggota ASEAN, Indonesia memiliki peran-peran sebagai berikut.

a. Peran Indonesia dalam ASEAN di Bidang Politik dan Keamanan[4]

1.Indonesia Sebagai Pelopor Berdirinya ASEAN

Tokoh dari Indonesia yang ikut berperan dalam berdirinya ASEAN adalah Adam Malik yang pada waktu itu menjabat sebagai menteri luar negeri. Indonesia menjelaskan visinya bahwa kawasan Asia Tenggara harus mampu berdiri dan mampu mempertahankan diri sendiri dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar kawasan. Visi ini dapat terlaksana jika ada kerjasama yang efektif antara negara-negara di Asia Tenggara.

2. Jakarta Informal Meeting (JIM)

Indonesia mendesak pihak-pihak yang bertikai di Kamboja untuk menyelesaikan masalah melalui perundingan untuk mencapai penyelesaian masalah. Usul itu berupa pertemuan informal di Jakarta pada tahun 1988. Dari hasil pertemuan ini membuka jalan untuk memasuki konferensi perdamaian di Paris pada tahun 1989. Konferensi ini disebut  International conference on Kampuchea (ICK), yang berlangsung tanggal 30-31 Juli 1989. Perjalanan panjang masalah kamboja menemui titik terang. Pada tahun 1991 pasukan perdamaian PBB memprakasai genjatan senjata pihak-pihak yang bertikai. Pada tahun 1993 Pangeran Norodhom Sihanouk diangkat sebagai raja. Sementara Pangeran Rannaridh dan Hun sen terpilih sebagai perdana menteri.

4.Komite Keamanan ASEAN

Indonesia berhasil mengeluarkan gagasan untuk membentuk komunitas keamanan bersama ASEAN untuk meningkatkan kerja sama politik dan keamanan. Indonesia ikut menandatangani kesepakatan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas Nuklir. Deklarasi terhadap kejahatan lintas negar dan deklarasi menuju ASEAN yang bebas obas terlarang.

5. Indonesia sebagai Penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN I

Indonesia sebagai penyelenggara konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN I di Denpasar Bali yang berlangsung tanggal 23-24 Februari 1976. Yang dihadiri oleh lima kepala pemerintahan negara ASEAN, yaitu :

a.       Presiden Soeharto dari Indonesia.

b.       Presiden Ferdinand Marcos dari Filipina.

c.       Perdana Menteri Datuk Husein dari Malaysia.

d.       Perdana Manteri Lee Kuan Yew dari Singapura.

e.       Perdana Menteri Krukit Pramoj dari Thailand.

6.Memfasilitasi Perundingan Pemerintahan Filipina dengan Front Pembebasan Rakyat Moro di Filipina Selatan Indonesia atas permintaan pemerintah Filipina menjadi mediator perundingan antara pemerintah dengan gerakan Separatis Moro. Atas peran Indonesia akhirnya daerah Filipina Selatan diberi otonomi dengan mengangkat tokoh dari front pembebasan rakyat Moro, yaitu Nur Missuari sebagai Gurbenur di Filipina Selatan.

b. Peran Indonesia di Bidang Ekonomi[5]

1.Indonesia sepakat mewujudkan kawasan perdagangan bebas ASEAN (AFTA) melalui tarif preferensi efektif bersama

2. Indonesia masuk menjadi anggota APEC

3. Ikut mensukseskan Visit ASEAN Year 1992

4. Di Aceh dibangun Industri pupuk urea ASEAN

5. Menandatangani kerja sama di Bidang Energi, Jasa, dan Hak Cipta ASEAN

6. Indonesia sebagai markas Komite Pangan, Pertanian, dan Kehutanan ASEAN

7. Menyediakan tenaga kerja ke Malaysia

c. Peran Indonesia di Bidang Sosial Budaya[6]

1. Titian Muhibah antara Indonesia dann Malaysia untuk mempererat hubungan kedua negara.

2. Indonesia mengirin Gur, Dosen dan tenaga ahli lainya pada tahun 1970.

3. Indonesia melakukan pertukaran pelajar dan mahasiswa ke negara lain.

4. Mendukung komite Perkembangan sosial dengan tujuan utamanya membangun masyarakat, wanita, pemuda dan buruh. Maskas komite ini berkedudukan di Kuala Lumpur.

5. Mendukung pembentukan ASEAN culture found sebagai wadah penghimpunan dana. Hal itu untuk membiayai perkembangan kebudayaan dan pendidikan.

6. Mendukung pembentukan komite pengetehuan dan teknologi.

7. Ikut memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang lainya.

8. Ikut dalm penyeragaman rambu-rambu lalu lintas.

9. Membangun jaringan kabel laut antara Indonesia dengan Singapura tahun 1980 yang disusul oleh negara anggota ASEAN lainnya.

10. Mengirim kontingen ke Sea Games setiap 2 tahun.


[1] Surni Andayani, Pendidikan Kewarganegaraan, Ar Rahman, hlm 55

[2] Dwi Haryati, Pendidikan Kewarganegaraan, Leteva,  hlm 44

[3] Surni Andayani, Pendidikan Kewarganegaraan, Ar Rahman, hlm 72

[4]Tim Kreatif Graha Pustaka, Pendidikan Kewaganegaraan, hlm 23

[5] Ibid, hlm 24

[6] Ibid hlm 25



Artikel Terkait:

0 komentar

Poskan Komentar