
Jika kita lihat dari waktu pelaksanaannya sholat dzuhur ini, dalam berbagai penelitian serta kaidah ilmu kesehatan dari negara Cina, waktu sholat dzuhur merupakan saat-saat proses dimana perbuatan dalam diri seseorang itu memuncak, yang diakibatkan dari banyaknya aktivitas pikiran dan beban pekerjaan tersebut. Oleh karena itulah, sholat dzuhur ini bisa kita jadikan sebagai relaksasi dalam mengurangi berbagai aktivitas-aktivitas yang membebani pikiran kita.
Dengan basuhan/ siraman air wudhu’ pada pusat-pusat saraf dan sendi yang ada pada tubuh kita, maka kita akan merasa lebih segar dan tenang. Selain itu pula, berbagai gerakan sholat yang dikerjakan dengan baik dan benar, tentunya akan berpengaruh terhadap kebugaran tubuh kita serta tubuh kita akan kembali normal, sehingga kita lebih siap untuk melanjutkan berbagai aktivitas kita.
Waktu siang hari tersebut adalah merupakan waktu terberat bagi para pekerja, karena rasa lelah, lesu, letih dan rasa penat yang diakibatkan oleh beban pekerjaan, serta rasa ngantuk, dan rasa lapar di waktu siang hari.
Untuk menyegarkan diri kita dari masalah tersebut, maka kita bisa melakukan istirahat sejenak lalu kemudian segera menyegarkan diri kita dengan cara melaksanakan sholat dzuhur tersebut.
Dan untuk anda yang mungkin belum mengetahui bacaan doa atau wirid shalat dzuhur, maka anda bisa membaca di sini, karena untuk hari ini, saya akan mencoba memberikan kepada anda bacaan doa atau wirid shalat dzuhur.
Sebelum membaca doa, dianjurkan untuk membaca tasbih az-Zahra, dengan cara 34 kali Allah Akbar, 33 kali Alhamdulillah dan 33 kali Subhanallah. Jumlah keseluruhannya menjadi 100. Dalam riwayat disebutkan, bila seseorang selesai shalat mengucapkan tasbih az-Zahra secara lengkap dan menutup bacaannya dengan Laa Ilaaha Illallah, niscaya Allah akan mengampuni dosanya.
لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ الْعَظِيمُ
الْحَلِيمُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمُ الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَ الْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَ
السَّلامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ اللَّهُمَّ لا تَدَعْ لِي ذَنْبا إِلا
غَفَرْتَهُ وَ لا هَمّا إِلا فَرَّجْتَهُ وَ لا سُقْماً إِلا شَفَيْتَهُ وَ
لا عَيْباً إِلا سَتَرْتَهُ وَ لا رِزْقاً إِلا بَسَطْتَهُ وَ لا خَوْفاً
إِلا آمَنْتَهُ وَ لا سُوءاً إِلا صَرَفْتَهُ وَ لا حَاجَةً هِيَ لَكَ
رِضاً وَ لِيَ فِيهَا صَلاحٌ إِلا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
آمِينَ رَبَّ الْعَالَمِينَ
بِاللَّهِ اعْتَصَمْتُ وَ بِاللَّهِ أَثِقُ
وَ عَلَى اللَّهِ أَتَوَكَّلُ پس میگويى اللَّهُمَّ إِنْ عَظُمَتْ ذُنُوبِي
فَأَنْتَ أَعْظَمُ وَ إِنْ كَبُرَ [كَثُرَ] تَفْرِيطِي فَأَنْتَ أَكْبَرُ
وَ إِنْ دَامَ بُخْلِي فَأَنْتَ أَجْوَدُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي عَظِيمَ
ذُنُوبِي بِعَظِيمِ عَفْوِكَ وَ كَثِيرَ تَفْرِيطِي بِظَاهِرِ كَرَمِكَ وَ
اقْمَعْ بُخْلِي بِفَضْلِ جُودِكَ اللَّهُمَّ مَا بِنَا مِنْ نِعْمَةٍ
فَمِنْكَ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوبُ إِلَيْكَ
Berikan Komentar Anda